Makan di Angelina Singapore

Saya Makan di Angelina Marina Mal  di samping Marina Bay Sands Hotel Singapore, waktu barusan tiba hanya mencari espresso yang bagus dan makanan ringan seperti sandwich , yang kita sebut dalam bahasa Perancis “manger sur le pouce” makan di atas jempol ,yang di maksud adalah makan cepat dan ringan. Bagi yang suda pergi ke Marina Mal Singapore , itu tempat yang cukup luar biasa dan monumental seperti di bayangkan mal terbesar di Jakarta dan di kalikan 3 atau 4 dengan design cukup futuristik. Singapore sangat mengerti implikasi struktural untuk kembangkan  bisnis turis dan dia mampu kasih pangalaman optimum kepada tamu pendatang dari seluruh dunia. Sebetulnya Indonesia punya potensial 100 kali lipat lebih besar dari pada Singapore ,hanya perlu waktu untuk membangunkan seperti itu.

 

Anyway ! hanya masuk ke dalam mal itu dan mencari minum dan makan ringan , jam 11 kurang semua masih sibuk sibuk siapkan toko untuk buka toko2 dll.Di tangga mal itu ada kali yang bisa naik kapal seperti Venicia Italy ( tapi ngak sebagusnya lah..) dan saya lihat di atas kali itu ada sebuah kafe kecil sangat cantik . Ayo , saya mau santai di situ mompong mata hari terang dan hari ini masih muda .

 

” time is time!” kata managernya , dan akan buka sekitar 10 menit lagi ..” ngak apa apa , saya bisa tungu sambil duduk santai di situ ” jadi di ijinkan masuk.Sambil enjoy lihat kapal berenang di kali itu dan lihat manager dan asisten menyapkan pembukaan restoran , merasa sangat kosy karena design restauran ala Perancis style betul cantik . 5 menit kemudian pelayan datang dan saya pesan kopi espresso dengan sebuat sandwich kalkun asap dengan kentang goreng.

 

Kopi datang duluan dan seperti Jakarta dia lupa bawah gula dan pake sendok kopi dari pada demi tasse ( sendok kecil khusus espresso) kopinya enak ok  ,hanya ngak ada yang khusus dan ngak seenak kopi Indonesia. Karena tidak ada cooki atau apapun di samping saya bilang mau mencoba rasa macaroon satu  . Boleh katanya tetapi mereka tidak jual persatuan dan harus beli minimum 6 macaroon!  Saya mikir sayang dan tidak jadi beli karena saya hanya pengen makan satu untuk pembukaan sebelum sandwich..sayang juga ya procedure seperti itu.

 

Sandwichnya datang dengan kentang goreng , rasanya ok tetapi tidak ada yang spesial , dari presentasi roti maupun dari bahan .Terus terang saya jadi sedikit kecewa karena dari tempat secantik itu saya harap makanan akan di level yang sama. Jadi seperti fastfood plus dan akhirnya gara2 itu ngak jadi pesan kue dari showcase.

 

Kesimpulan saya adalah sekali lagi tempat yang berpotensial tinggi ini tidak di optimumkan untuk business .Kalau saya bertemuan dengan bos , pasti dia akan bilang saya bawah hasil di tempat itu luar biasa seharian dan bisnis is booming …. Ya berapa kali saya dengar ini dalam karir saya ? dari tempat yang akan tahan hanya 2 atau 3 tahun ( hanya pas balik modal) dan berapa kali saya jawab kepada orang bos seperti itu bawah yang penting adalah bukan brapa uang  anda menghasilkan tetapi berapa uang seharusnya anda mencapai ?

 

 

Soalnya yang paling penting adalah pangalaman yang di kasih kepada tamu dan sejau mana pelayan bisa membuat tamu rasa nyaman sampe mau konsumsi lagi dan kembali lagi. Beberapa detel2  saya sempat lihat dan analisa:

1/saya sendiri dalam restoran itu dan dalam 1 jam hanya 1 tamu datang.

2/selama saya berada dalam tempat pelayan hanya interact dengan saya saat antar atau tarik sesuatu, selain itu mereka berdua hanya berbincang berdua. Hanya ingatlah kalau dalam pekerjaan kami “cukup bagus” ngak akan pernah cukup kalau mau jalan lama dan jahu dan banyak konsep gagal gara gara detel kecil kurang di lihatin dan di paham.

3/jualan macaroom ber 6 minumum

Sekilas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *